Author Archive for Wisata Demak

14
Apr
11

> Lagu Dolanan Anak Anak Jawa :Ilir Ilir, Jamuran, Sluku Sluku Bathok, Kodhok Ngorek, dll

29
Mar
11

> Bordir Jungsemi

KEBERADAAN industri besar ternyata tak lantas membuat pelaku industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Demak merasa dimatikan. Para pelaku IKM rata-rata mengaku ‘enjoy aja’ dalam menjalankan usaha lantaran pangsa pasarnya memang berbeda, serta kualitas produk yang mereka hasilkan cukup diminati konsumen.Pelaku usaha pembuatan kerudung dan jilbab bordir di Desa Jungsemi Kecamatan Wedung misalnya, mengaku tak tersaingi oleh industri besar. Apalagi, mereka kini telah menerapkan teknologi modern. Dalam melakukan proses produksi, mereka menggunakan mesin canggih yang berbasis teknologi komputer.

Menurut Nursekhah (43), pengusaha kerudung dan jilbab bordir yang berdomisili di RT 06 RW 1 Desa Jungsemi Wedung, agar tak tergilas oleh industri besar, maka penerapan teknologi modern mutlak dilakukan. Selain untuk mencapai hasil produksi yang lebih berkualitas, juga untuk memacu tingkat produktifitas. “Kalau kita memang ingin mengembangkan usaha ya harus menerapkan teknologi modern,” ujar Nursekhah.

Kendati sudah menggunakan teknologi modern, Nursekhah tidak lantas mengabaikan keberadaan para tenaga kerja yang sejak awal sudah ikut membesarkan usahanya. Mereka yang semula bekerja sebagai tenaga bordir manual, hingga kini masih dipekerjakan. “Hanya saja tugas mereka kini lebih ringan. Mereka kini hanya bertugas membersihkan benang-benang yang menempel di kerudung, yang tak bisa terapihkan oleh mesin,” katanya. Lanjutkan membaca ‘> Bordir Jungsemi’

29
Mar
11

> Konsep Peringatan Hari Jadi, Akulturasi Tiga Budaya

Peringatan Hari Jadi ke-508 Kabupaten Demak kali ini dikonsep bisa memadukan tiga budaya sekaligus, yakni budaya Islam, China dan Hindu. Setidaknya akulturasi tiga budaya tersebut nanpak pada acara ziarah yang dilaksanakan Minggu, (27/3).Saat berziarah ke Makam Sultan Fatah dan Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Bupati Tafta Zani, Wakil Bupati HM Asyiq dan jajaran muspida, berjalan diiringi kesenian barongsai, rebana, barisan sholawat dan tari barong. Seperti diketahui, barongsai merupakan kesenian khas China. Kemudian sholawatan dan rebana merupakan kesenian Islam. Sedangkan budaya Hindu nampak pada busana Jawa yang dikenakan rombongan bupati.

Menurut Kabag Humas Setda Demak Rudi Santosa SH, sejarah berdirinya Kasultanan Demak Bintoro memang lekat dengan budaya Islam, China dan Hindu. Maka dari itu, konsep peringatan hari jadi kali ini dibuat bisa mengakomodir ketiga budaya tersebut. “Ini sekaligus sebagai upaya memberikan pendidikan kepada masyarakat agar mereka mengerti sejarah Demak. Dan sedikit tentang sejarah Demak, juga akan tersirat dalam pentas wayang kulit di pendopo kabupaten oleh dalang Enthus Susmono dengan lakon Bimo Bungkus, pada Senin (28/3) malam,” kata Rudi.

Sementara itu, puncak peringatan Hari Jadi yang ke-508 Kabupaten Demak ditandai dengan upacara bendera, Senin (28/3). Bupati Tafta Zani menjadi inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyerahkan sejumlah hadiah bagi pemenang lomba dalam rangka merayakan hari jadi. Selain itu, bupati juga menyerahkan bantuan usaha ekonomi produktif bagi wanita rawan sosial ekonomi, serta bantuan bagi sejumlah anak asuh dari GN OTA Demak.

Upacara peringatan hari jadi juga dilaksanakan di semua kecamatan. Para camat yang menjadi inspektur upacara membacakan sambutan tertulis bupati. Para camat juga menyerahkan hadiah lomba peringatan hari jadi di tingkat kecamatan.Dalam sambutannya, bupati mengajak masyarakat untuk lebih bersinergis dengan pemerintah dalam melanjutkan pembangunan. “Momentum hari jadi kali ini kiranya tepat untuk melanjutkan pembangunan, sehingga ke depan, warga Demak bisa semakin sejahtera. Maka, mari kita saling bergandeng tangan dan melakukan yang terbaik untuk Demak tercinta,” kata bupati.

 

Sumber: http://www.demakkab.go.id/
09
Des
10

Istighosah Malam 1 Muharam

Sedikitnya 400 ulama dan tokoh masyarakat dari 14 kecamatan hadir di pendopo kabupaten untuk mengikuti istighosah malam 1 Muharam 1432 H, Senin (6/12). Bupati Tafta Zani, jajaran Muspida, kepala SKPD dan para camat hadir dalam kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun tersebut.

Istighosah dipimpin KH Zaenal Arifin Maksum sedangkan tahlil oleh KH Achmad Gozali Ihsan. Adapun mauidloh hasanah disampaikan KH Yasin Masyhadi dan doa oleh KH Fadhol Ali Hafid.

Dalam kesempatan itu bupati menyampaikan bahwa istighosah merupakan media ampuh untuk memohon kepada Allah agar ke depan Demak dijauhkan dari berbagai bencana dan mara bahaya. Sekaligus juga agar Allah memberikan barokah-Nya sehingga masyarakat Kabupaten Demak senantiasa dikaruniai kesejahteraan. “Pergantian tahun Islam ini merupakan momen tepat bagi kita untuk memanjatkan doa kepada Allah. Ini adalah momen yang baik, maka harus pula dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya. Lanjutkan membaca ‘Istighosah Malam 1 Muharam’

20
Nov
10

Ribuan Warga Saksikan Pawai Minyak Jamas

Puncak tradisi Grebeg Besar Demak ditandai dengan penjamasan pusaka Kutang Onto Kusumo dan Keris Kyai Cerubug, Rabu (17/11), tetap menjadi daya tarik.

Ribuan warga menyaksikan pawai prajurit patangpuluhan yang mengiring minyak jamas dari pendopo kabupaten ke Kadilangu. Mereka bukan hanya warga Demak, namun juga berasal dari Jakarta, Pekalongan, Jepara, Kudus, Semarang bahkan Malaysia.
Konsentrasi kepadatan warga yang menyaksikan pawai minyak jamas terjadi merata di sepanjang jalur yang dilalui rombongan. Sejak dari gerbang pendopo, kawasan Pecinan, Betengan hingga Kadilangu, bahkan sudah dipadati warga sedari pagi. “Setiap tahun saya menyempatkan melihat pawai minyak jamas. Agar tak ketinggalan acara, saya berangkat dari Pekalongan selepas Subuh,” kata Ratna Jumila, warga Pekalongan.

Menurut dia, tradisi Grebeg Besar bukan saja sebagai ikon Demak, namun juga menjadi aset budaya nasional. Karenanya pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk kelestarian budaya tersebut. “Selayaknya prosesi penjamasan berikut dengan pawai minyak jamas ini dipromosikan besar-besaran. Bukan tidak mungkin tradisi ini menjadikan Demak sebagai jujugan wisatawan manca negara,” ujarnya. Lanjutkan membaca ‘Ribuan Warga Saksikan Pawai Minyak Jamas’

18
Nov
10

Umat Islam Rayakan Idul Adha

Mayoritas umat Islam di Kabupaten Demak merayakan Hari Raya Idul Adha (lebaran qurban) pada Rabu, (17/11). Merekapun menjalankan Shalat Id. Dan bagi muslim yang mampu menyembelih hewan qurban, kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada kaum duafa. Sejumlah masjid dan mushola, tak ayal menjadi padat berjubel oleh warga yang mengantri daging. Maklum, sudah menjadi kebiasaan pemotongan hewan qurban sekaligus pembagian daging dilakukan di tempat tersebut. Lanjutkan membaca ‘Umat Islam Rayakan Idul Adha’

08
Nov
10

Grebeg Besar Ramai Pengunjung, Bombom Car Menjadi Daya Tarik

Pasar rakyat Grebeg Besar Demak yang berlangsung di Lapangan Tembiring Jogo Indah dipadati pengunjung. Maklum,sejumlah stan wahana permainan untuk anak-anak maupun orang dewasa yang didatangkan Diana Ria Enterprise selaku pihak pengelola, dua hari terakhir ini sudah dibuka.

Salah satu yang menjadi daya tarik dalam pasar rakyat Grebeg Besar kali ini adalah stan bombom car. Diana Ria membuka dua stan bombom car sekaligus dengan mengoperasikan sedikitnya 20 mobil mini bertenaga listrik. “Bombom car yang kita bawa ini masih baru sehingga sangat disenangi anak-anak. Apalagi tiketnya kita jual dengan harga relative murah,” kata Direktur Diana Ria Enterprise, Muntohar.

Selain bombom car, Diana Ria juga membuka wahana permainan air. Di stan tersebut, pengunjung bisa bergulung-gulung di dalam balon air, serta mengemudikan bamper boat atau perahu bermesin yang memiliki bentuk seperti mobil. “Kami mengonsep arena permainan air ini mirip dengan danau. Tujuannya agar pengunjung merasa nyaman layaknya menikmati hiburan di alam yang sesungguhnya,” ujar Muntohar.

Muntohar menambahkan, pihaknya juga akan mendatangkan gajah tunggang. Rencananya, mamalia terbesar itu akan tiba di arena pasar rakyat pada tanggal 12 Nopember. Saat ini pihaknya masih mempersiapkan lokasi lintasan gajah. “Sedangkan untuk festival band, akan kita mulai besok malam. Bagi grup band lokal masih ada kesempatan untuk mendaftar di RM Sarwo Eco,” imbuhnya.

Sementara itu, Pasar rakyat Grebeg Besar Demak dibuka Bupati Tafta Zani pada Jumat (29/10), pukul 19.00 malam. Sebelumnya bupati dan jajaran muspida melakukan ziarah di Makam Sunan Kalijaga dan Makam Sultan-Sultan Demak yang berada di komplek Masjid Agung.

Sumber: http://www.demak.go.id



Statistik Blog

  • 117,016 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 1 year ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?