27
Okt
11

> Wisata Budaya Pengantin Khas Demak

DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) Melati Kabupaten Demak memperkenalkan tata rias pengantin adat Demak Bintoro. Upaya tersebut untuk nguri-uri budaya tradisional khas Demak, yang terinspirasi adat campuran Jawa, Palembang, Cina dan Arab.

Pada sarasehan budaya tata rias pengantin adat Demak Bintoro, Ketua DPC Harpi Melati Kabupaten Demak, Hj Nur Sa’adah SPDi MH mengungkapkan, Kasultanan Demak Bintoro sebagai cikal bakal Kabupaten Demak selama ini potensi budayanya kurang tergali. Karena itu pihaknya mencoba melakukan upaya-upaya untuk memperoleh sesuatu yang khas, terutama menyangkut tata rias pengantin. “Raden Fattah sebagai Sultan pertama Demak memiliki keunikan tersendiri. Maka dari itu, tata rias pengantin khas Demak ini juga menggambarkan tokoh tersebut,” ungkapnya.

Keunikan Sultan Fatah, lanjut dia, dilatarbelakangi oleh garis keturunannya yang merupakan campuran antara Palembang (Raden Kertabumi-ayah) dan Cina (Putri Campa- sang ibu). Kemudian Sultan Fatah yang besar dan termasyur di tanah Jawa hingga berhasil memimpin rakyat Demak hidup damai dengan ajaran Islam, semakin memperkuat bahwa yang bersangkutan kaya akan kasanah budaya. Apalagi, saat itu Sultan Fatah juga cukup kental dengan budaya Arab. ” Harpi Melati berusaha memvisualkan tata rias pengantin adat Demak berlatar-belakang pada keunikan percampuran budaya sosok Sultan Fattah. Riasan wajah, pakaian hingga tata cara upacara perhelatan pengantin, semuanya merupakan perpaduan budaya Jawa, Palembang, Cina dan Arab,” tuturnya.

Disebutkan pula, ciri khas yang membedakan tata rias pengantin adat Demak Bintoro dengan pengantin Jawa pada umumnya adalah digantinya paesan pada pengantin putri dengan hiasan tretesan. Di samping pula penggunaan hiasan sunduk pentul berbentuk belimbing serta hiasan rambut panjang berjuntai yang menyerupai burung blekok. “Kalau dilihat riasannya memang agak mirip riasan Cina,” terang Ida.

Dia menambahkan, corak pada busana maupun pengantin pria dan wanitanya juga menggambarkan kekayaan khas Kota Wali. Termasuk di antaranya bunga kapas, buah jambu dan belimbing, beras wutah yang melambangkan kemakmuran pertanian, serta sisik ikan yang juga mencerminkan kekayaan laut perairan Demak.”Salah satu khas atau keunikan lainnya, jika pada pengantin Jawan khas Yogyakarta atau Surakarta temon nganten menggunakan gendhing Kebo Giro, untuk pengantin adat Demak Bintoro menggunakan tembang Ilir-ilir,” pungkasnya.

Sumber: Jawa Pos

Iklan

0 Responses to “> Wisata Budaya Pengantin Khas Demak”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 118,528 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 1 year ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?