20
Agu
11

> Baruklinting & Nyai Lembah (Membuka jalan Raja-Raja Jawa (Kalituntang))

<< sebelumnya: Baruklinting & Nyai Lembah (Sayembara Mencabut Lidi)

MS : Wah siapa tuh sombong banget… ayo..ayo..ayo. (Kemudian ramai-ramai mereka ingin mencabut lidi yang di tancapkan oleh Bocah Bajang).
MS : Lihat nih badanku gede gagah (sambil sombong) dia menunjukkan kegagahannya, Masak mainan anak kecil dipamerkan disini,!!! (pemuda itu dengan melompat tak sabar langsung menyambar lidi yang ditancapkan Bocah bajang, tetapi apa yang terjadi pemuda gagah terbanting keras sekali dan pingsan. (membuatnya disorakin teman temanya)
MS : (dengan serentak mereka maju) Ayo kawan kita Cabut bersama…!!! (walaupun begitu lidi tak dapat goyah walau sedikitpun. Hal itu diulang 2 dengan berbagaigayatetapi tak berhasil)

Dari anak kecil, pemuda kekar, ibu rumah tangga, sampai kakek-kakek, semua tidak mampu mencabut lidi itu. Lidi tersebut seolah-olah memiliki akar kuat yang menancap di tanah itu.

Akhirnya Baruklinting Mendekat dan berkata.

BK : Wahai semua penduduk desa, ketahuilah, aku adalah seorang pertapa. Pertapaanku telah kalian ganggu. Kalian memasak dagingku untuk pesta ini. Dan yang lebih memprihatinkan, kalian tidak mau berbagi kepada sesama yang kekurangan. Seharusnya kalian malu, karena menilai anak kudisan tidak layak makan bersama, padahal dia juga ciptaan Tuhan.Maka hari ini Yang Kuasa akan menghukum kalian!!!

goro goroBaruklinting mecabut lidi tersebut, dan dari lubang bekas lidi itu memancar air.  Air mengalir terus-menerus, bahkan mulai membanjiri pemukiman penduduk. Mereka pun berlarian menyelamatkan diri. Tetapi terlambat, air sudah menggenangi seluruh daerah itu, menjadi sebuah rawa.  Lidi (sodo) tsb karena kerasnya cabutannya sampai terpental jauh beserta tanah bekas cerabutannya dan jadilah lidi (sodo) beserta tanah serabutan menjadi gunung KENDALI SODO, dari lubang bekas cabutan lidi mengucurlah air yang deras yang kelak disebut MUNCUL, jadilah genangan tersebut sebuah rawa bernama RAWA PENING. Adapun Nyai Lembah menyelamatkan diri naik lesung terbawa derasnya air gung terombang ambing tanpa arah hingga terbentuklah Kali Tuntang yang bermuara di Tlatah Glagahwangi (Demak). Sebuah kali legendaris yang nanti akan membawa Jaka Tingkir yang sakti mandraguno dengan menaiki getek dan disurung buaya hingga menarik hati Sultan Demak Raden Trenggono.

Napak tilas makam/petilasan Baruklinting dan Nyai Lembah bisa kita temui di komplek makam Sentono Ratu belakang Masjid Agung Demak, sedangkan kayu bekas lesung yang dibawa dari Rawapening sekarang sudah disahkan Pemerintah sebagai bukti sejarah meskipun tinggal berupa bentuk papan.

-selesai-

Iklan

0 Responses to “> Baruklinting & Nyai Lembah (Membuka jalan Raja-Raja Jawa (Kalituntang))”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 118,528 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 1 year ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?