17
Agu
11

> Baruklinting & Nyai Lembah (Sayembara Mencabut Lidi)

<< sebelumnya: Baruklinting & Nyai Lembah (Bagian 1)

HARI demi hari berlalu, bulan demi bulan pun berganti. Baruklinting (Bra Klinthing)  bertapa selama ratusan tahun lamanya. Orang tuanya sudah purna, dan orang-orang yang hidup di jamannya pun sudah banyak yang berganti. Tanah tempatnya bertapa, bahkan tubuhnya sendiri, mulai tertutupi rumput dan belukar.

Suatu saat ketika di desa Bono Rowo akan mengadakan pesta rakyat, pada waktu itu sedang musim kemarau yang mengakibatkan paceklik sehingga harus mencari Hewan Buruan jauh masuk ke dalam hutan. Namun hewan hewan pun tak dapat ditemukan, menjelang tengah hari karena kelelahan merekapun beristirahat dibawah pohon sambil nginang.

MS1 : Kang kenopo yo tahun ini dewe kok kabeh sial, rak ono siji-sijio hewan buruan sing dewe delok. Piye yo kang?
MS2 : Nginang nginang dulu to (sambil membelah sebutir jambe dengan parangnya, konon orang jawa jaman dahulu tidak merokok tetapi makan kinang laki-laki maupun perempuan) pada saat mereka menginang ternyata bekas parangannya mengeluarkan darah.
MS1 : Wah kang lah ini kok ono geteh opo awakmu keparang?
MS2 : Orak ik , wah mesti iki kewan? Ayo konco-konco di undang. (mereka teriak-teriak memanggil teman-temannya )
MS1 : Hei…. tulong neng kene ono daging cepat rene ono daging cepat!!!

Masyarakat yang ikut berburu dihutan itu semua berlarian menuju temannya yang mengabarkan bahwa ada daging yang ternyata dari sebuah ular yang sangat besar, maka mereka pun menyembelih ular itu, memotong-motongnya menjadi bagian kecil-kecil untuk disantap bersama. Daging ular itu begitu besar, sehingga setiap warga desa dapat menikmati masakan daging ular tersebut. Dari sekian banyak potongan daging-daging kecil itu, tanpa disadari, ada sepotong daging yang menjelma menjadi seorang bocah laki-laki. Dialah Baruklinting, Seperti janji Ki Ajar Salokantoro, akan di akui dan menjelma menjadi manusia apabila dapat ajur ajer dengan manusia lainnya. Disaat inilah tubuh baru klinting Menyatu dimakan oleh manusia, dan saat itulah penjelmaan terjadi, menjadi Bocah Bajang yang dekil kotor jelek dan gudikan maklumlah karena baru saja terbangun bertapa setelah sekian lama.

Kehadirannya begitu mencolok di tengah-tengah pesta desa, di mana orang-orang lain berdandan rapi dan harum. Mereka makan dan minum sepuasnya, berpesta bersama. Baruklinting mendekat ke arah penduduk desa, dan menemui beberapa orang warganya.

BK : Mas, saya lapar sekali. Bolehkah saya minta makananya sedikit saja?(tanyanya kepada seorang laki-laki gagah. Lelaki itu mengernyitkan dahinya, lalu menutup hidungnya karena bau yang tidak sedap dari tubuh Baruklinting)
MS : Sopo Koe? (laki-laki itu balas bertanya)
BK : Namaku Baruklinting, Mas. Saya melihat ada banyak makanan di sini, dan saya lapar sekali. Kasihanilah saya (katanya memelas)
MS : Baruklinting? Aku tidak mengenalmu. Engkau bukan penduduk desa ini. Dengan tubuh dekil, kudisan, dan bau seperti itu, Engkau tidak pantas makan bersama-sama dengan kami. Pergilah! (laki-laki itu mengusirnya).
     Baruklinting kemudian mendekat kepada seorang perempuan yang sedang memasak daging
BK : Nyonya, bukankah Nyonya yang memasak semua makanan ini? (Perempuan itu memandang Baruklinting dengan heran. Dia pun segera menutup hidungnya, tidak tahan dengan bau tubuh Baruklinting)
MS : Memang betul, saya yang memasaknya. Bapak-bapak mendepatkan seekor ular yang besar, cukup untuk dimakan seluruh penduduk desa ini. Maka kami pun memotong-motong daging ular itu dan memasaknya
BK : Bolehkah aku minta sedikit masakan Nyonya?” tanya Baruklinting.
    (Perempuan itu menggeleng)
MS : Tidak, tidak. Pergilah kau, tubuhmu kudisan dan bau. Selera makan penduduk desa ini akan hilang karenamu. Pergilah! (perempuan itu pun mengusir Baruklinting pergi.)
     Untuk ketiga kalinya, mendatangi seorang nyai yang bertugas sebagai penanak nasi yang tak lain adalah Nyi Lembah (NL)
BK : Mbok aku ngeleh banget mbok, wis pirang pirang taun ratau maem mbok.
(mbok aku lapar banget mbok Sudah bertaun taun tidak makan.)
NL : Nak ini hanya ada nasi, mbok ndak punya ikan dan sayur, karena mbok Cuma ditugasin masik nasi.
BK : Terimakasih mbok (sambil makan makanya anak kelaparan, ia berpesan) Mbok nanti kalau ada keramaian mbok naiklah lesung dan bawa Enthong itu (sambil menunjuk lesung alat menumbuk padi.)
    Jangan lupa ya mbok! 

Selesai makan Bocah Bajang meninggalkan rumah Nyi Lembah. Kemudian pesta dimulai dengan tarian tayuban yang mengalumgi sampur kepada kepala kampung adalah penari tercantik disana dan mereka mulailah bersenang-senang. Pada tengah-tengah ramai-ramainya acara, Baruklinting yang datang ke desa Bono Rowo dalam Wujud Anak Bajang  menuju tengah keramaian dan mengadakan sayembara Mencabut Lidi (Pusaka Sodho Seler/Sodho Lanang)

BK : Hai wong-wong Bono Rowo siapa saja yang dapat mencabut Lidi yang aku Tancapkan ini, maka aku dapat kau jadikan budak. Tetapi kalau kamu semua tak ada yang dapat mencabut maka daging yang sudah kalian makan harus kau kembalikan semua Ha..ha..ha……….!!!! (sambil tertawa keras sekali memecah keramaian)

 

-bersambung-

>> selanjutnya: Baruklinting & Nyai Lembah (Membuka jalan Raja-Raja Jawa (Kalituntang))

Iklan

0 Responses to “> Baruklinting & Nyai Lembah (Sayembara Mencabut Lidi)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 125,679 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 2 years ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?