29
Mar
11

> Konsep Peringatan Hari Jadi, Akulturasi Tiga Budaya

Peringatan Hari Jadi ke-508 Kabupaten Demak kali ini dikonsep bisa memadukan tiga budaya sekaligus, yakni budaya Islam, China dan Hindu. Setidaknya akulturasi tiga budaya tersebut nanpak pada acara ziarah yang dilaksanakan Minggu, (27/3).Saat berziarah ke Makam Sultan Fatah dan Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Bupati Tafta Zani, Wakil Bupati HM Asyiq dan jajaran muspida, berjalan diiringi kesenian barongsai, rebana, barisan sholawat dan tari barong. Seperti diketahui, barongsai merupakan kesenian khas China. Kemudian sholawatan dan rebana merupakan kesenian Islam. Sedangkan budaya Hindu nampak pada busana Jawa yang dikenakan rombongan bupati.

Menurut Kabag Humas Setda Demak Rudi Santosa SH, sejarah berdirinya Kasultanan Demak Bintoro memang lekat dengan budaya Islam, China dan Hindu. Maka dari itu, konsep peringatan hari jadi kali ini dibuat bisa mengakomodir ketiga budaya tersebut. “Ini sekaligus sebagai upaya memberikan pendidikan kepada masyarakat agar mereka mengerti sejarah Demak. Dan sedikit tentang sejarah Demak, juga akan tersirat dalam pentas wayang kulit di pendopo kabupaten oleh dalang Enthus Susmono dengan lakon Bimo Bungkus, pada Senin (28/3) malam,” kata Rudi.

Sementara itu, puncak peringatan Hari Jadi yang ke-508 Kabupaten Demak ditandai dengan upacara bendera, Senin (28/3). Bupati Tafta Zani menjadi inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyerahkan sejumlah hadiah bagi pemenang lomba dalam rangka merayakan hari jadi. Selain itu, bupati juga menyerahkan bantuan usaha ekonomi produktif bagi wanita rawan sosial ekonomi, serta bantuan bagi sejumlah anak asuh dari GN OTA Demak.

Upacara peringatan hari jadi juga dilaksanakan di semua kecamatan. Para camat yang menjadi inspektur upacara membacakan sambutan tertulis bupati. Para camat juga menyerahkan hadiah lomba peringatan hari jadi di tingkat kecamatan.Dalam sambutannya, bupati mengajak masyarakat untuk lebih bersinergis dengan pemerintah dalam melanjutkan pembangunan. “Momentum hari jadi kali ini kiranya tepat untuk melanjutkan pembangunan, sehingga ke depan, warga Demak bisa semakin sejahtera. Maka, mari kita saling bergandeng tangan dan melakukan yang terbaik untuk Demak tercinta,” kata bupati.

 

Sumber: http://www.demakkab.go.id/
Iklan

0 Responses to “> Konsep Peringatan Hari Jadi, Akulturasi Tiga Budaya”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 125,679 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?