29
Mar
11

> Bordir Jungsemi

KEBERADAAN industri besar ternyata tak lantas membuat pelaku industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Demak merasa dimatikan. Para pelaku IKM rata-rata mengaku ‘enjoy aja’ dalam menjalankan usaha lantaran pangsa pasarnya memang berbeda, serta kualitas produk yang mereka hasilkan cukup diminati konsumen.Pelaku usaha pembuatan kerudung dan jilbab bordir di Desa Jungsemi Kecamatan Wedung misalnya, mengaku tak tersaingi oleh industri besar. Apalagi, mereka kini telah menerapkan teknologi modern. Dalam melakukan proses produksi, mereka menggunakan mesin canggih yang berbasis teknologi komputer.

Menurut Nursekhah (43), pengusaha kerudung dan jilbab bordir yang berdomisili di RT 06 RW 1 Desa Jungsemi Wedung, agar tak tergilas oleh industri besar, maka penerapan teknologi modern mutlak dilakukan. Selain untuk mencapai hasil produksi yang lebih berkualitas, juga untuk memacu tingkat produktifitas. “Kalau kita memang ingin mengembangkan usaha ya harus menerapkan teknologi modern,” ujar Nursekhah.

Kendati sudah menggunakan teknologi modern, Nursekhah tidak lantas mengabaikan keberadaan para tenaga kerja yang sejak awal sudah ikut membesarkan usahanya. Mereka yang semula bekerja sebagai tenaga bordir manual, hingga kini masih dipekerjakan. “Hanya saja tugas mereka kini lebih ringan. Mereka kini hanya bertugas membersihkan benang-benang yang menempel di kerudung, yang tak bisa terapihkan oleh mesin,” katanya.

Disampaikan, awal mula mendirikan usaha bordir, ia mempekerjakan 35 orang yang tak lain tetengga kanan kiri, serta sebagian lagi dari desa-desa tetangga seperti Jetak dan Jungpasir.

Mulanya, ibu dua anak ini terpaksa menjual kios beras juga sepeda motor untuk membeli kain dan benang. Kemudian agar tak ketinggalan model, ia mencari referensi dengan melihat model baju yang sedang ‘in’ di TV dan majalah. “Kini, tenaga kerja saya sudah mencapai 90 orang. Ini bukti bahwa meski sudah menerapkan teknologi modern, kita tetap memberdayakan tenaga kerja lokal,” terangnya.

Nursekhah menjelaskan, penerapan teknologi mesin berkomputer dimulai sekitar setahun lalu. Kala itu ia memperoleh bantuan dari Pemkab Demak berupa 1 unit mesin bordir komplit dengan perangkat komputer yang memiliki enam kepala. “Dengan alat itu, sekali tekan tombol, kita bisa membuat enam kerudung bordir full colour. Alhamdulilah, bantuan itu benar-benar melonjakkan usaha saya. Kini bahkan saya sudah mampu membeli alat yang lebih canggih. Saya pun sudah memiliki mesin berkepala dua belas. Kini, sekali tekan tombol, 12 kerudung langsung jadi,” ungkapnya.

Dengan teknologi tersebut, produksinya semakin meningkat. Ia, setiap bulan sedikitnya mampu memproduksi 9.000 potong kerudung bordir. Tentu saja, kini kerudung dan jilbab ‘made in’ Jungsemi semakin memperoleh hati di kalangan pasar. “Keberhasilan kami tak lepas dari dukungan Pemkab Demak. Baik dukungan dalam bentuk bantuan mesin bordir komputer, maupun pembinaan serta kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengikuti berbagai pameran di kota-kota besar, tuturnya.

Dia menambahkan, sejauh ini pemasaran jilbab dan kerudung tidak mengalami kendala. Ia sudah memiliki sejumlah distributor di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Lebih dari itu, iapun kerapkali memperoleh order via internet. “Bahkan, banyak pemesan berani membayar di muka. Mudah-mudahan, ini menjadi awal kebangkitan IKM di Demak,” pungkasnya.

Sumber: http://www.demakkab.go.id/

Iklan

0 Responses to “> Bordir Jungsemi”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 118,528 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 1 year ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?