25
Sep
10

Kerukunan Beragama Di Kota Wali

Kabupaten Demak yang masyur dengan sebutan Kota Wali, sebagian besar penduduknya memang beragaman Islam. Meski mayoritas, muslim di Demak ternyata tetap bisa jalan seiring dan hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain.

Kerukunan beragama di Demak itu setidaknya nampak dari keberadaan Masjid Agung, Klenteng Poo An Bio dan Gereja Bethel yang berlokasi di satu lingkungan. Ketiga tempat ibadah tersebut berada di seputar alon-alon hingga Pecinan Demak. ”Kami telah berdampingan selama puluhan tahun. Kami bersyukur sejauh ini tidak pernah terjadi konflik. Kami saling menghormati,” kata pengelola Klenteng Poo An Bio, Tan Ping Gwan.

Dia juga menyampaikan, dari tahun ke tahun jumlah penganut Kong Hucu di Demak terus mengalami penurunan. Saat ini, yang masih aktif menjalankan ibadah di klenteng tinggal lima orang. ”Namun kami tidak pernah merasa tersisih. Kamipun masih menjalin hubungan baik dengan umat agama lain,” ungkapnya. Disampaikan pula, sekitar tahun 1960 lalu klenteng pernah dipindah lokasinya karena menggangu arus lalu lintas. Namun, dengan pergeseran sekitar 20 meter dari lokasi awal ternyata justru menguntungkan klenteng. ”Bangunan klenteng jadi bertambah besar. Jelas kami senang, apalgi saat itu jumlah umat yang beribadah masih sekitar 70 orang,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Demak, Bambang Saptoro mengatakan, kerukunan antar umat beragama bisa terjalin bagus berkat adanya toleransi di antara pemeluknya. ”Untuk menjaga kerukunan yang ada, Kesbangpolinmas telah memfasilitasi terbentuknya Forum Kerukunan Umat Beragama. Pembentukan FKUB sekaligus melaksanakan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 tahun 2006,” ujarnya.

Sumber: http://www.demakkab.go.id/
Iklan

1 Response to “Kerukunan Beragama Di Kota Wali”


  1. 1 sanny sutanto
    Januari 5, 2011 pukul 6:39 am

    Saya pertama kali ke Poo An Bio adalah tanggal 1 Januari 2011, dimana bertepatan dengan tahun baru masehi, saya beroda kepada Makco Dewi Samudra, dan ciam sit disana dan memperoleh petunjuk yang sangat menggembirakan hati, saya sangat berharap semoga klenteng Poo An Bio dapat selalu memberikan rahmat dan berkat untuk kota Demak, sekaligus juga mendoakan supaya dapat selalu dipelihara, para penerus dapat semakin banyak, meski sekarang hanya tinggal 5 orang yang selalu beribadah di tempat itu, saya pasti akan menyempatkan diri untuk mampir bersembahyang disana, kalau saya ke Demak. semoga selalu diberkati dan dilimpahi kesejahteraan bagi pengurus Bio oleh Thian Tuhan YME.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 125,679 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 2 years ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?