02
Agu
10

Nyadran, Tradisi Sambut Ramadhan

Makam Sultan Fatah di komplek Masjid Agung Demak, pada saat seperti ini ramai dikunjungi peziarah

Datangnya Bulan Ramadhan tinggal menyisakan hitungan hari. Seluruh umat Islam seakan tak sabar menanti datangnya bulan nan penuh rahmat tersebut. Sebagian besar dari mereka pun menjalankan tradisi menyambut Ramadhan dengan berziarah ke makam para aulia dan leluhur. Tradisi demikian dikenal dengan istilah nyadran.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada musim nyadran kali ini obyek wisata religi di Kabupaten Demak juga ramai pengunjung. Semakin mendekati Ramadhan, peziarah yang datang dari berbagai daerah jumlahnya kian membludak. Mereka mengunjungi Makam Sultan-Sultan Demak yang berada di komplek Masjid Agung dan Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu.

Bahkan, peziarah dari luar daerah tidak sedikit yang rela menginap di kedua obyek itu. Mereka mengharapkan berkah dari Yang Kuasa. Merekapun mengaku memperoleh kepuasan batin dan ketrentraman jiwa setelah melakukan ziarah.

Sulaeman, peziarah dari Sidoarjo Jawa Timur mengatakan, setiap jelang Ramadhan selalu menyempatkan berziarah ke Demak. Ia mengaku tidak lega jika sebelum puasa melewatkan ziarah di Makam Sunan Kalijaga. Sebab menurutnya, Sunan Kalijaga adalah satu-satunya wali asli Jawa. Berkat jasa dan perjuangan beliau, Islam mampu berkembang baik di pulau ini. “Karena itu, sebagai orang Jawa kita wajib mendoakan beliau agar semakin tenang di sisi Allah. Dan bagi kita yang ditinggalkan agar selalu ditunjukkan jalan benar,” ujar Sulaeman.

Sementara itu, tradisi nyadran juga dilakukan warga Demak, tak terkecuali kalangan pegawai negeri sipil (PNS). Bahkan, setiap SKPD memberikan cuti bagi para pegawai yang hendak melakukan nyadran di luar daerah. Cuti yang diberikan biasanya berkisar satu hingga dua hari.

Sri Sajekti, pegawai Dispertan Demak mengaku selalu nyadran setiap tahun. Cuti yang diperoleh setiap jelang Ramadhan ia manfaatkan untuk berziarah di makam leluhurnya di Kendal dan Blora. “Saya harus datang ke makam karena selain berkirim doa, juga untuk bersih-bersih kubur,” katanya.

Sumber: http://www.demakkab.go.id/

Iklan

1 Response to “Nyadran, Tradisi Sambut Ramadhan”


  1. Agustus 14, 2011 pukul 7:32 am

    Indonesia memiliki banyak sekali kebudayaan yang unik, Jawa Tengah khususnya 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 118,528 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 1 year ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?