24
Mei
10

Panjang Jimat Haul Agung Sultan Fatah

DEMAK – Ribuan warga Demak memadati alun-alun dan jalan yang menjadi rute pawai panjang jimat, Minggu (31/5). Kegiatan dalam rangka peringatan haul agung Ke -506 Sultan Fatah tersebut diikuti perwakilan sekolah, ormas dan eleman masyarakat lainnya.

Mereka menunjukkan berbagai bakat dan keahlian yang bernuansa religi sesuai tema kedaerahan yakni kota wali. Pawai yang dibuka Bupati Drs H Tafta Zani MM itu menjadi magnet bagi wisatawan lokal. Pada barisan pawai, paling depan adalah siswa yang membawa bendera merah putih kemudian kelompok santri yang berpakaian ala walisongo.  Di belakangnya perwakilan sejumlah sekolah yang menampilkan berbagai kesenian, termasuk seni tari zipin.

Pada barisan berikut 108 anak peserta khitanan massal yang diiring dengan naik puluhan becak yang dirias sederhana. Anak-anak yang berpakaian koko dengan pecis dan sarung itu terlihat gembira ketika melihat ratusan warga Demak melambaikan tangan ke arahnya. Mereka adalah bagian penting dari acara panjang jimat yang merupakan harapan masa depan umat Islam.

Di belakang iringan anak-anak yang bakal dikhitan adalah barisan elemen masyarakat. Mereka bukan hanya menampilkan lembaga yang diwakilinya tetapi juga membawa berbagai miniatur yang menjadi kebanggaannya.

Ketua Panitia Haul Sultan Fatah, KH A Arief Cholil SH MA menuturkan, pawai panjang jimat merupakan rangkaian dari Haul Agung Ke-506 Kanjeng Sultan Fatah Al-Akbar Sayyidin Panotogomo. Yakni, tokoh pendiri kerajaan Demak Bintoro bersama para wali.
Khitan Puncak panjang jimat adalah khitanan massal. Sebanyak 108 anak laki-laki yang mayoritas dari keluarga pas-pasan mengikuti khitan massal. Ada pula dari keluarga yang berkecukupan. Mereka berharap mendapatkan barokah dari Sultan Agung.

Salah seorang peserta khitan Dwi Setyawan (11) mengaku sudah lama berharap bisa ikut dalam khitanan pada haul tersebut. Ia berkeyakinan ada nuansa dan rasa berbeda jika mengikuti khitan berbarengan dengan haul waliyullah. ’’Mudah-mudahan bisa ngalap berkah dengan harapan mendapat tuntutan di jalan yang benar seperi kanjeng Sultan Fatah,’’ katanya.

Namun demikian tidak jarang dari mereka yang ikut karena faktor ekonomi. Seperti pengakuan Agus Supriyadi (11). Anak yatim dari Desa Brambang Kecamatan Karangawen tersebut mengaku ikut sunatan massal untuk meringankan beban ibunya karena termasuk keluarga kurang mampu.

Arief Cholil menambahkan, pihaknya akan menitipkan anak-anak yang telah dikhitan itu kepada para ketua KUA agar ikut memberikan bimbingan dan pengarahan. Diharapkan mereka nantinya menjadi penerus perjuangan para wali.

Selain panjang jimat dan khitanan massa, puncak acara haul berupa pengajian umum yang bakal dihadiri Habib Lutfi dari Pekalongan dan Gusmus dari Rembang pada Sabtu (6/6).

Sementara itu menurut tokoh masyarakat Demak yang juga mantan Kandepag Demak, Drs H Bambang Sugito, panjang jimat memiliki arti semangat untuk meneruskan perjuangan para aulia, yakni dengan syiar dua kalimat syahadat. ’’Jimat sendiri memiliki arti barang siji dirumat yaitu dua kalmat syahadat, sebagaimana yang diperjuangkan walisongo.’’

Menurutnya, pawai panjang jimat bermula dari usulan habib lutfi agar dalam peringatan haul akbar kanjeng Sultan Fatah digelar kegiatan demikian. Di dalamnya berupa taaruf dan iringan umat yang memiliki keinginan dengan program jangka panjang melanjutkan dan melestarikan perjuangan para wali. (H1-16)

Sumber: Suara Merdeka Cyber News

Iklan

0 Responses to “Panjang Jimat Haul Agung Sultan Fatah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 125,679 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 2 years ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?