02
Mar
10

Pengembangan Hutan Bakau Sebagai Obyek Wisata

Senin, 3 Mei 2010 — Pemkab Demak akan menggali potensi kelautan yang bisa dijadikan sebagai obyek wisata baru. Yang menjadi pandangan saat ini adalah pengembangan hutan mangrove sebagai lokasi outbond.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Demak, Drs Suwadi MM mengatakan, hutan mangrove yang dimiliki Kabupaten Demak sangatlah luas. Saat ini tanaman tersebut rata-rata telah berusia cukup, sehingga populasinya yang rimbun nampak indah nan eksotik. Potensi tersebut akan digarap semaksimal mungkin agar bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat dan kas daerah. “Sayang sekali jika dibiarkan. Karena itu kita akan mencoba melakukan penataan agar potensi itu memiliki multifungsi, yakni untuk penahan abrasi dan sebagai obyek wisata,” ujarnya.

Menurut Suwadi, pengelolaan wisata bahari dengan obyek hutan mangrove belum banyak dilakukan daerah lain. Pasalnya, tidak semua daerah memiliki hutan mangrove. Kabupaten Demak beruntung memilikinya sehingga akan berupaya mengembangkan potensi yang ada itu menjadi lebih bermanfaat. Kata dia, obyek wisata yang memiliki keindahan alam menantang masih menjadi tren saat ini. Bahkan sekedar sawah, jika penataan dan konsepnya bagus ternyata juga mampu menarik wisatawan. “Apalagi hutan mangrove yang lebih eksotik, pasti akan lebih laku dijual. Masalah konsepnya nanti akan dikaji lebih matang. Kita juga berencana melibatkan investor,” katanya.

Suwadi menambahkan, lokasi hutan mangrove di Demak terdapat di sejumlah titik yang berada di Kecamatan Sayung, Karangtengah, Wedung dan Bonang. Rata-rata hutan mangrove tersebut berada di alur sungai yang tembus laut. Menariknya, di sepanjang hutan mangrove juga terdapat tambak bandeng maupun udang. Kondisi demikian semakin mendukung upaya pembuatan lokasi outdond maupun pemancingan.

Disampaikan pula, saat ini sudah ada sejumlah investor yang melirik hutan mangrove Demak. Mereka tertarik untuk mengembangkan wisata yang menyuguhkan keindahan bahari nan menatang. Ketertarikan mereka akan ditindaklanjuti dengan pembahasan serius yang lebih mengerucut ke investasi.

Sumber: http://www.demakkab.go.id/
Iklan

0 Responses to “Pengembangan Hutan Bakau Sebagai Obyek Wisata”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 118,528 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 1 year ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?