28
Feb
10

Pantai Morosari

Namanya memang belum sebeken pantai Marina (Semarang), pantai Kartini (Rembang), pantai Bandengan (Jepara). Namun bukan berarti pantai ini tidak asik untuk dikunjungi, selain panorama yang indah, saya juga dapat menikmati berbagai fasilitas seperti Speedboat, Perahu Naga, Kayak Kano, dan Becak Air. Terlebih lagi, menu Seafood restonya, hmmm… mantap…

Siang selepas Sholat Jumat di Masjid Agung Demak, kami berlima (Ari, Krisna, Siti, Nita dan Saya) meluncur menuju Kecamatan Sayung, cuaca cerah sedikit berawan mengurangi terik sinar matahari di siang itu. Saat yang indah untuk melepas penat setelah seharian bekerja. Saya sangat bersemangat, sebab selain saya belum pernah ke Morosari, hari itu juga merupakan ulang tahun rekan sekantor saya Ari.

15 menit perjalanan tak terasa, kami sudah berada di loket masuk pantai Morosari.
Lokasi pantai ini dekat dengan perbatasan Kota Semarang – Kab. Demak (Kec. Sayung). Awalnya saya sedikit kawatir kesusahan untuk menemukan lokasi, namun adanya penunjuk jalan membuat saya yang pertamakali pun mudah menemukan rute menuju pantai ini.

Untuk memasuki kawasan wisata pantai Morosari tidak harus bayar mahal, cukup dengan seribu rupiah. Begitu masuk ke kawasan wisata ini saya langsung terpesona oleh panorama yang ada, hembusan angin dan pasir pantai serta hamparan laut yang luas menghanyutkan segala penat seketika itu juga. Jumlah pengunjung siang itu cukup banyak kurang lebih 50 orang, beberapa orang memenuhi area bibir pantai sedang bermain ombak, ada juga yang sedang mengayuh kayak kano, atau hanya duduk-duduk bersama keluarga di beberapa gazebo yang disediakan oleh pengelola.

Saya sendiri tertarik dengan pemandangan lain, yaitu ribuan burung kuntul dan hamparan luas hutan mangrove sebagai habitatnya, sunguh pemandangan yang jarang saya temui, dalam hati saya berkata “Inilah potensi alam yang harus senantiasa dijaga, jangan sampai rusak apalagi punah”. Karena terlalu asik menikmati suasana, saya sampai lupa kalau dari pagi perut ini belum diisi, nah ini kesempatan buat mencicipi seafood resto Morosari.

Restoran terlelak menjorok di bibir pantai, kami duduk dalam ruangan yang bersebelahan langsung dengan jendela ukuran besar sehingga dapat secara langsung melihat laut lepas (serasa melihat lukisan dengan bingkai jendela), ruang resto juga tertata layaknya rumah tepi pantai dengan atap dari pelepah daun sehingga meneduhi kami dari teriknya siang itu.

Menu restoran mulai dari harga Rp. 15.000/ porsi sampai yang paketan seharga Rp. 115.000. Kami ber lima memilih harga paket, 10 menit kemudian yang ditunggu pun datang, 1 paket seafood berisi Cumi, Kepiting, dan Ikan Bakar ditambah minuman dingin benar-benar sebagai pelengkap dari indahnya suasana di siang itu.

Jam menunjukkan pukul 3 siang ketika kami selesai makan bertepatan dengan adzan untuk sholat Ashar, satu hal lagi yang membuat saya terpesona, yaitu kami berjamaah sholat Ashar dimana didepan musholla kita bisa melihat laut lepas dan mendengar bunyi deru ombak…. oh suasana romantisme yang sebenarnya…. suatu perjalanan spiritual baru bagi saya, betapa Agungnya dirimu ya Allah.

Ratusan jepretan kamera foto melengkapi indahnya hari itu, setelah puas bermain dan menikmati fasilitas pantai yang ada, akhirnya tepat pukul 4 sore kami pulang. Kami pun berpisah disitu, karena Saya, Ari dan Siti pulang kembali ke Kota Demak, sedangkan Anita dan Krisna pulang ke Kota semarang.

Saya benar-benar terpikat dengan wisata pantai Morosari, bagaimana dengan Anda?

Jumat, 12 Maret 2010
Dafidh M Sanjana
(Admin)
Iklan

0 Responses to “Pantai Morosari”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 125,679 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 2 years ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?