28
Feb
10

Mengenang Jasa Petani Melalui Geguritan

Rabu, 3 Maret 2010 — Bait-bait syair geguritan siswa TK, pagi tadi, menggema di pelataran Pendapa Kabupaten Demak. Syair bahasa Jawa ini diantaranya diucapkan Atha Zaki Alfawwaz dan Elsa Amalia Putri. Keduanya adalah siswa TK Trisula Pamekar Budi.

Ya, mereka melantunkan syair tersebut dalam rangkaian lomba kreatifitas pembelajaran antar TK se-Demak yang berlangsung dua hari terakhir ini. Atha maupun Elsa mencoba mengapresiasi jerih payah para petani terkait kerja kerasnya setiap hari. Mereka mengingatkan, bahwa jasa petani tidak bisa dilupakan. “Pak Tani esuk-esuk wis padha tangi,” ucap Atha dan Elsa.

Para petani dalam bekerja , menurut mereka, tidak mengenal lelah. Sebab, sejak pagi, siang hingga sore hari, petani sudah beraktifitas ke sawah. Petani adalah pahlawan penyedia beras dan produk pertanian lainnya yang dikonsumsi dan menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. “Pak Tani bisa gawe wong padha ngguyu. Amarga bisa mangan saka berasmu,” kata Atha Zaki.

Selain tentang petani, keduanya juga mengingatkan pentingnya mengingat jasa para guru. “Aku duwe guru, priyayine lemu, sumeh tur ayu, guruku seneng nglucu, apa maneh yen lagi crita nggemesake . Aku lan kanca-kancaku tresna banget karo guruku. Mugo-mugo Gusti Allah maringi kuwarasan marang guruku. Supaya bisa terus mulang muruk aku lan kanca kancaku,” ungkap Atha dan Zaki yang berucap tanpa teks.

Dalam kesempatan itu TK Pamekar Budi juga turut lomba gerak lagu. Berkat kelincahan siswa yang menari kupu-kupu, serta didukung kostum yang menarik, TK Pamekar Budi mampu tampil sebagai juara pertama dalam lomba tersebut. Kepala TK Pamekar Budi, Endang Tri Nurhayati menuturkan, dengan mengucap syair berbahasa Jawa, siswa dapat memahami isi geguritan tersebut.”Selain tidak jenuh, anak-anak juga bisa merasakan langsung  jerih payah petani dan guru dalam keseharian. Selain itu, mereka juga dapat menikmati apa yang dipraktikkan dalam lomba yang digelar GOPTKI ini,” ujar Endang.

Sumber: http://www.demakkab.go.id/
Iklan

0 Responses to “Mengenang Jasa Petani Melalui Geguritan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 125,679 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 2 years ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?