25
Feb
10

Fenomena Jambu Delima dari Demak

Kompas – Sabtu, 12 Desember 2009 | 10:41 WIB

Petani Atmin (47) mengaku, awal 2007 dia mengganti pohon belimbing dengan pohon jambu. Sebanyak 15 pohon belimbing berusia 15 tahun terpaksa ditebang, kemudian diganti pohon jambu merah delima. Atmin menanam 25 pohon jambu delima di kebun yang tidak seberapa luas di Kelurahan Betokan, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak.

Atmin mengganti belimbing ke pohon jambu demi meraih untung besar. Dibanding pohon belimbing, satu pohon jambu menghasilkan 100 kilogram sekali panen. Jika harga jambu Rp 7.000 per kg, Atmin mengantongi Rp 700.000. Sebaliknya, panen belimbing hanya 20 kilogram. Jika harganya Rp 10.000 kg, hasilnya Rp 2 juta.

“Soal harga, belimbing lebih mahal, tetapi hanya sekali panen. Jambu delima bisa panen tiga kali Setahun. Artinya, dari sebatang pohon jambu, saya berpeluang mendapat Rp 2,1 juta, lalu dikalikan 25 pohon,” kata Atmin.

Pengakuan Atmin tentang kelebihan penghasilan dari panen jambu delima diamini ratusan petani jambu delima di Demak. Imingi-iming itu mendorong para petani holtikultura meninggalkan ikon tanaman belimbing.

Sejak 2005 setelah mengetahui jambu delima memberi penghasilan besar bagi petani, nasib 70.800 batang pohon belimbing meredup. Kini, diperkirakan tinggal 20 persen dari jumlah pohon belimbing yang tersisa di Demak. Lainnya ditebang dan diganti pohon jambu delima dan jambu citra.

Kepala Seksi Tanaman Holtikultura Dinas Pertanian Demak, Djoko Budhiono mengatakan, merawat belimbing rumit, pohon belimbing mudah mati jika kekurangan air saat kemarau. Agar menghasilkan buah belimbing yang cerah, ketika masih berupa tunas, belimbing harus dibungkus dengan daun jati, menghindari sengatan matahari langsung.

Djoko menjelaskan, belimbing dan jambu delima adalah buah asli Demak. Khusus jambu delima, pohon indukan jambu delima ditemukan di Desa Betokan, berusia 40 tahun milik Jasmin. Otentitas pohon induk jambu delima diakui dan memperoleh SK Mentan Nomor 512/Kpts/SR.120/12/2009 yang dikeluarkan Anton Apriyantono. Pohon indukan jambu delima sebagai varietas unggul sangat cocok berkembang di dataran rendah hingga ketinggian 100-600 di atas permukaan laut.

“Soal siapa yang menyebarkan virus pohon jambu delima, saya kira para petani ulet dari Betokan, Wonosalam, dan Tempuran adalah pelopornya. Dinas Pertanian tinggal membantu pengembangbiakan benih jambu delima untuk disebarkan ke petani yang membutuhkan,” kata Djoko.

Dia menambahkan, petani cepat meraih untung karena pohon jambu bisa panen tiga kali dalam satu musim. Hasil panen jambu dibagi menjadi dua kelas, tergantung kualitas jambu. Mutu A yang bagus harga di pasaran paling rendah Rp 7.000 per kg, sedangkan mutu B Rp 4.000 per kg. Namun, keduanya sangat laku di pasaran.

Sejak tahun 2005, diperkirakan jumlah pohon jambu delima dan jambu citra mencapai 129.000 batang. Dari jumlah tersebut, pohon produktif di atas tiga tahun 94.000 batang, sisanya adalah tanaman muda.

Dari usaha budidaya jambu delima inilah, Forum Rembug Klaster Holtikultura Demak pada Oktober 2009 memperoleh kontrak penjualan jambu delima selama 20 tahun senilai Rp 230 juta. Order kontrak penjualan itu dari pengusaha asal Surabaya ketika berlangsung Pasar Agro Soropadan, Temanggung.

“Petani harus memenuhi pengiriman jambu delima selama dua bulan, Januari-Februari 2010. Nilai kontraknya cukup besar, tetapi itu kurang dari 10 persen kebutuhan jambu yang cukup besar,” kata Sukarno, Ketua Forum Rembug Klaster Holtikultura di Kecamatan Wonosalam, Demak.

Kini, petani di 10 kecamatan di Demak ikut menanam jambu delima di sawahnya melalui pola tumpang sari, ingin menikmati manisnya jambu delima. (WHO)

Iklan

2 Responses to “Fenomena Jambu Delima dari Demak”


  1. 1 sunarwo
    September 16, 2010 pukul 7:12 am

    Saya pribadi bangga menjadi orang demak,walau sekarang ada dikalimantan,memang dengan adanya buah jambu terutama jambu merah delima kehidupan kami( Keluarga ) lebih maju dari pada tahun2 sebelum ada jambu.sekarang dengan ada sekitar punya 200 pohon jambu dalam jarak 5 tahun Alhamdulillah bisa bikin 3 rumah permanen.Kami tinggal didesa pinggiran kota Tepatnya didesa mranak Rt.08 Rw.01 belakang bengkel hendrik.Disamping tanaman jambu ada juga punya beberapa kolam ikan dan sekarang ditabur ikan Gurameyang sebentar lg jg mau dipane,barangkali teman2 berminat bisa mancing sambil menikmani jambu merah delima yang sangat manis.Bila ada Bapak2 atau instansi yang ingin melihat lokasi kami silakan datang langsung kealamat kamidiatas,Mudah2 kedepan Demak smakin maju dan tumbuh berkembang dg adanya komuditas pohon jambu,pesan terakhir dari kami mari kita sebagai warga Demak ikut mensukseskan berkembangnya Kota Demak yang kita cintai,Semoga Tuhan selalu melindundi kita semua,amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin

    Wasalam,

    Sunarwo Demak

  2. Oktober 22, 2010 pukul 5:49 am

    iya gan,, belimbingnya dah ganti jadi jambu..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 125,679 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 2 years ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?