14
Feb
10

Mengungkap Silsilah Dan Situs Kerajaan Demak

Selasa, 9 Februari 2010 — Seminar nasional dengan tema ’Mengungkap silsilah dan situs Kerajaan Demak’, digelar Gabungan Eksponen dan Ormas (Gelora) di Hall DPRD, siang tadi. Seminar yang dibuka Wakil Bupati Demak Drs HM Asyiq tersebut menghadirkan nara sumber, Prof Dr Wasino Mhum (Guru Besar Sejarah UNES), Prof Dr H Ahmad Sutarmaji (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Drs H Masrum M Noor MH (Kepala PA Jakarta), dan R Sumito Joyo Kusumo (pemerhati situs keraton Demak.

Koordinator panitia Mulyani M Noor mengatakan, seminar tersebut diharapkan menjadi sebuah media komunikasi yang mendukung upaya penggalian pengetahuan tentang keberadaan Kerajaan Demak. ”Sejauh ini keberadaan Kerajaan Demak masih simpang siur. Dalam berbagai seminar yang pernah diselenggarakan hanya terbatas keberanian berasumsi atau prediksi letak Keraton Demak. Makanya melalui kegiatan ini kita berupaya menggali lebih banyak masukan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Menurut Prof Dr Wasino Mhum, Guru Besar Sejarah UNES, penggalian arkeologis tentang situs Kerajaan Demak belum pernah dilakukan. Hal itu disebabkan jalan masuk keraton Demak dan situasi lingkungannya yang telah berubah menjadi pemukiman padat. Selain itu juga karena hingga kini belum diketemukannya bekas-bekas istana Demak, baik yang berupa batu, kayu maupun logam.

Meskipun belum ada bukti-bukti arkeologis, lanjut Wasino, bukan berarti pencarian situs istana Demak tidak dapat dilakukan. Ada dua cara yang bisa mendukung upaya tersebut. Pertama, dengan cara menelusuri catatan sejarah tentang lokasi istana, dan kedua, melalui kajian analogi terhadap tatanan kota-kota Kerajaan Islam Jawa di masa lampau. ”Data sejarah Keraton Demak pertama kali diungkap pelancong Portugis Tome Pires. Ia mengatakan, Demak merupakan sebuah kerajaan yang terletak di tepi sungai dan tidak jauh dari pantai. Sungai tersebut penting bagi kegiatan pelayaran dan perdagangan,” ungkap Wasino.

Drs H Masrum M Noor MH menambahkan, nama-nama jalan, kawasan dan kampung di sekitar Masjid Agung merupakan petunjuk atau bukti yang berkait dengan situs Kesultanan Demak. Yakni Kampung Setinggil, serta kawasan Glagahwangi yang meliputi dataran masjid dan alun-alun, Kampung Kauman, Betengan, Mangunjiwan, makam Kyai Lembah dan Makam Kenep.

Sumber: http://www.demakkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=598:selasa-9-februari-2010-mengungkap-silsilah-dan-situs-kerajaan-demak&catid=34:berita
Iklan

0 Responses to “Mengungkap Silsilah Dan Situs Kerajaan Demak”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Statistik Blog

  • 125,679 sejak 14 Februari 2010

Live Info dari Twitter

  • Grebeg Besar Demak merupakan sebuah acara budaya tradisional besar yang menjadi salah satu ciri khas Demak.... fb.me/4pqN16qlT@visit_demak 2 years ago

> Tradisi Buka makam Sunan Kalijaga: Mulai jam 8-12 & 13-17 pada hari tertentu, yaitu Jumat Pon, Jumat Pahing, Jumat Kliwon, Hari Raya Idul Fitri & Idul Adha.

> Explore Mystery of Demak @ Museum (rvsp: 085727325527)
> once upon a night in demak (jelajah demak) (rvsp: 088802464895)

free D’magz digital magazine

Contact

Advertise

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

RSS Indonesia Kreatif

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Translasi ke bahasa?